Pelajari Perbedaan Reksadana dan Saham Sebelum Berinvestasi (investasisyariah.info)
Pelajari Perbedaan Reksadana dan Saham Sebelum Berinvestasi (investasisyariah.info)

Pelajari Perbedaan Reksadana dan Saham Sebelum Berinvestasi

Perbedaan reksadana dan saham cukup berbeda. Meskipun sama-sama permainan di pasar saham. Banyak orang yang menganggap bahwa investasi saham dan reksadana saham merupakan sebuah instrumen yang sama.

Kedua jenis investasi tersebut memang sekilas tampak sama, sebab memiliki nilai return yang tinggi. Namun pada kenyataannya merupakan dua jenis investasi yang berbeda.

Mengenali Perbedaan Reksadana dan Saham

Dari cara kerjanya, investasi saham langsung dikelola sendiri oleh investor. Sedangkan pada reksadana, uang investor akan dikelola oleh manajemen investasi.

Selain itu, ketika Anda memutuskan untuk investasi saham. Anda perlu mengeluarkan modal yang cukup besar. Sementara reksadana dapat Anda mulai dengan modal puluhan ribu rupiah saja. Sehingga memang reksadana banyak dipilih oleh investor pemula.

Bentuk Investasi

Perbedaan reksadana dan saham secara mendasar adalah bentuk investasinya. Reksadana merujuk pada beberapa atau sekumpulan produk investasi dengan manajer investasi sebagai pengelolanya. Dapat berwujud deposito, obligasi surat utang maupun saham.

Sementara investasi saham merupakan bagian kepemilikan dalam sebuah perusahaan. Keuntungan dari investasi tersebut biasa disebut dengan dividen yang pembayarannya rutin per kuartal atau tahunan.

Anda juga dapat menambah keuntungan dengan menjual kembali saham di pasar modal. Dengan margin keuntungan yang Anda dapatkan dari harga beli yang lebih rendah dari harga jual.

Keberadaan Pihak Pertama

Sebenarnya baik saham maupun reksadana sama sama memiliki pihak perantara yang menghubungkan dengan berbagai aktivitas investasi. Perusahaan sekuritas merupakan perantara atau broker antara investor dengan pasar modal.

Anda harus membuka rekening terlebih dahulu pada perusahaan sekuritas. Baru kemudian dapat membeli saham pada sebuah perusahaan. Keputusan jual beli tergantung dari Anda, broker hanya bertindak sebagai perantara untuk mengeksekusi keputusan.

Sementara untuk reksadana, pihak perantaranya adalah manajer investasi. Memiliki peran untuk membantu investor melakukan transaksi jual beli melalui agen penjual reksadana. Sehingga Anda tidak perlu turun langsung, sebab hal tersebut merupakan tugas manajer investasi.

Jangka Waktu

Perbedaan reksadana dan saham selanjutnya adalah jangka waktu. Reksadana sendiri memiliki jangka waktu berbeda-beda tergantung pada produk yang Anda beli. Contohnya ketika memutuskan membeli instrumen reksadana saham. Manajer investasi biasanya menyarankan dana untuk dikembangkan sebagai tujuan investasi jangka panjang selama kurang lebih 7 tahun, atau juga investasi jangka pendek kurang dari 2 tahun

Sementara untuk saham, umumnya investor akan berinvestasi jangka panjang lebih dari 10 tahun. Sehingga Anda harus memilih jenis perusahaan tertentu, serta menentukan strategi investasi seperti apa yang akan dijalankan.

Perolehan Tingkat Return

Investasi saham memang lebih beresiko jika dibandingkan dengan reksadana. Namun resiko yang tinggi tersebut tentunya memberikan hasil yang tinggi juga.

Untuk anda investor pemula, tentu melakukan investasi saham dapat menjadi tantangan untuk anda. Mengingat semua keputusan investasi berada di tangan anda. Sehingga anda harus memiliki taktik serta strategi yang matang.

Untuk reksadana sendiri memiliki resiko yang cenderung lebih rendah dibanding saham. Manajer investasi memiliki peran yang sangat penting disini.

Sehingga Anda harus sangat teliti memilih manajer investasi. Sebab orang yang berpengalaman akan dapat membantu mengelola investasi Anda dengan sangat profesional.

Termasuk dalam memilih produk investasi yang harus dibeli. Sehingga dapat menerapkan diversifikasi ketika memutuskan mengambil reksadana untuk mengurangi tingkat resiko.

Setelah Anda mengetahui perbedaan reksadana dan saham. Maka, dapat memilih mana investasi yang tepat untuk Anda. Untuk pemula yang masih takut menghadapi resiko yang tinggi, dapat memilih melakukan investasi reksadana. Namun untuk Anda yang berani mengambil resiko serta memiliki strategi jual beli yang bagus, dapat memilih investasi saham pada sebuah perusahaan yang memiliki potensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *