Penyebab Turunnya Saham BBRI yang Terus-Menerus (genpi.co)
Penyebab Turunnya Saham BBRI yang Terus-Menerus (genpi.co)

Penyebab Turunnya Saham BBRI yang Terus Menerus

Saham BBRI atau saham Bank Rakyat Indonesia menjadi salah satu saham blue chip dengan memiliki harga yang cukup bagus untuk bisa trading. Jika Anda pernah mengamati dari pergerakan saham BRI, saham tersebut mudah sekali mengalami kenaikan atau rebound saat harganya sudah turun dalam beberapa hari.

Akan tetapi, pasar saham bisa saja bergerak di luar prediksi. Maka saham blue chip sekelas BBRI juga bisa mengalami penurunan sebuah harga yang secara signifikan. Maka dari itu, Anda harus bisa memahami bahwa tidak adanya harga saham yang kebal akan koreksi. Meskipun saham tersebut bagus, pasti bisa saja harga saham akan menurun jika sudah naik tinggi.

Penyebab Saham BBRI Mengalami Penurunan

Untuk itu, mengenai keterkaitan dalam penurunan harga saham dari BRI, selain dari faktor fluktuatif market, terdapat hal yang bisa menjadi penyebab saham tersebut jatuh. Berikut ulasan lengkapnya.

Keadaan Market Belum Bullish

Kondisi market atau IHSG yang mempunyai kecenderungan sideways serta turun bisa membuat saham BRI juga terjatuh. Saham blue chip seperti saham BBRI tersebut justru bukan merupakan saham banting terhadap koreksi market.

Sebab saham dengan market yang cap besar seperti BBRI merupakan saham unggulan dari investor. Dengan memiliki sifat saham penggerak market. Sehingga saat kondisi ekonomi sedang tidak stabil, pasar saham juga belum naik, justru saham blue chip yang akan mengalami penurunan terlebih dahulu.

Hal tersebut disebabkan karena saham blue chip mempunyai korelasi yang positif terhadap IHSG. Adanya penurunan tren IHSG begitu mirip dengan penurunan dari harga saham BRI. sehingga kondisi IHSG yang belum bullish nantinya akan memberikan dampak besar untuk saham BBRI.

Biasanya para trader akan menjual saham-saham big caps saat pasar masih turun. Jika pasar sudah mengalami bullish, saham-saham big caps yang sudah memiliki harga murah akan diakumulasi lagi.

Tidak Terdapat Sentimen Positif

Bank BRI merupakan salah satu sektor dari perbankan. Saham-saham belum ada sentimen positif yang bisa membuat investor tertarik untuk membeli saham-saham bank.

Adanya penurunan harga saham BBRI biasanya akan terjadi pada satu sektor. Maka kebanyakan perbankan terutama bank blue chip umumnya juga akan ikut mengalami penurunan saat BBRI koreksi.

Bisnis perbankan sendiri sangat berkaitan dengan perekonomian negara. Bagus atau tidaknya kondisi ekonomi Indonesia juga akan memberikan dampak terhadap minat market untuk mengoleksi saham-saham perbankan.

Saat perekonomian Indonesia masih stagnan, terlebih belum begitu banyak sentimen positif pada market. Hal tersebut juga akan memberikan dampak saham-saham pada sektor perbankan untuk bisa naik, maka kenaikan saham BRI akan tertahan.

Harga Saham Relatif Mahal

Penurunan saham BBRI yang secara signifikan terjadi, sebab harga saham sebelumnya sudah mengalami kenaikan tinggi. Saham-saham yang telah mengalami kenaikan tinggi secara tren. Cepat atau lambat pasti akan mengalami penurunan lagi, sebab tidak ada saham yang kebal pada koreksi.

Adapun tujuan dari pelaku market dalam membeli saham yakni untuk mendapatkan keuntungan (profit). Ketika sudah banyak yang telah membeli saham pada harga di bawah serta saham naik, maka pelaku market akan merealisasikan keuntungannya.

Fundamental Stagnan

Adanya fundamental perusahaan yang stagnan, sebab keadaan ekonomi yang belum pulih. Hal tersebut juga bisa membuat investor belum tertarik dalam mengakumulasi saham jumlah besar. Hal-hal di ataslah yang sering menjadi penyebab turunnya dari saham BBRI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *