Saham Gorengan Adalah, Pengertian dan Cirinya (fool.com)
Saham Gorengan Adalah, Pengertian dan Cirinya (fool.com)

Saham Gorengan Adalah: Pengertian dan Cirinya

Saham gorengan adalah salah satu hal yang kini sedang viral dan menjadi sorotan orang banyak. Tidak hanya otoritas bursa dan pasar modal saja, Bahkan orang besar nomor satu di Indonesia juga turut memperhatikan saham ini.

Mungkin saham gorengan terdengar aneh di berbagai kalangan. Pada dasarnya tidak ada kesulitan untuk melihat sebuah saham termasuk gorengan atau tidak.

Saham Gorengan Adalah?

Sejatinya saham gorengan ibarat seperti makanan pisang molen, pisang goreng, tahu goreng, bakwan, dan lain sebagainya. Makanan tersebut akan semakin renyah dan garing jika digoreng dalam waktu lama. Apalagi jika gorengan tersebut digoreng dengan minyak bekas atau jelantah.

Perlu diingat bahwa makanan yang digoreng dengan minyak bekas tidaklah sehat. Sama halnya dengan saham ini yang mungkin membawa dampak buruk. Pada dasarnya saham gorengan diartikan sebagai saham perusahaan yang kenaikannya di luar kebiasaan.

Mengingat pergerakannya sedang direkayasa oleh pelaku pasar. Mereka memiliki tujuan untuk kepentingan tertentu yang kurang dibutuhkan orang banyak. Hal ini memberikan risiko yang cukup besar.

Saham gorengan adalah salah satu hal yang bisa dijadikan pengalaman untuk lebih teliti dan jeli. Jangan sampai membeli saham gorengan untuk masuk ke pasar saham.

Jika sudah masuk ke trader atau pasar saham sebaiknya selalu aktif memantau pasar agar tidak ketinggalan komando. Biasanya akan didapatkan melalui bandar dari trader lain di pasar.

Ciri Saham Gorengan

Mungkin orang yang masih pemula belum bisa membedakan mana saham layak dan saham gorengan. Sehingga dibutuhkan pengertian dan penjelasan agar tidak salah membeli saham. Berikut adalah ciri saham gorengan:

Masuk ke Daftar Unusual Market Activity (UMA)

Ciri saham gorengan adalah masuk ke dalam daftar UMA. Saham tersebut biasanya akan disemprit dari PT Bursa Efek Indonesia. Mengingat adanya kenaikan yang terlalu ekstrem dalam dua hari atau lebih.

Maksud dari ekstrem ini adalah kenaikan hingga batar terbesar harian (auto reject atas ARA). Biasanya mencapai batas 20 % atau 35% per hari. Hal ini tergantung dengan harga saham yang ditawarkan saat itu.

Saham ini sudah masuk ke datar UMA yang bisa menjadi alarm dan peringatan bagi para investor. Tak hanya itu saja, hal ini juga menjadi pengingat bagi para penggiat trade di pasar. Sehingga memberikan kemungkinan bahwa saham tersebut sedang dibandari oleh predator pasar.

Volume dan Nilai Transaksi Tidak Wajar

Perlu diketahui bahwa saham gorengan adalah saham dengan kapitalisasi pasar yang kecil. Termasuk pada kategori lapis dua tau saham lapis tiga. Hanya saja volume dan nilai transaksi yang ditawarkan per harinya sangat tinggi.

Bahkan tergolong lebih tinggi dari perusahaan sejenis. Ada juga yang menyamai transaksi saham unggulan atau blue chip. Kapitalisasi pasar merupakan ukuran besarnya perusahaan yang bisa diperoleh dari jumlah saham beredar di perseroan. Nantinya akan dikalikan dengan harga pasar yang ada.

Adanya kapitalisasi pasar yang kecil maka investor ritel juga akan mini. Hal tersebut memmungkinkan bandar bisa lebih mudah mengelola saham-saham gorengan.

Bid dan Offer Tidak Wajar

Selain volume dan nilai transaksi ciri saham gorengan adalah bid serta offer yang ditawarkan tidak wajar. Bid merupakan antrian beli saham di harga rendah. Sedangkan offer merupakan antrian jual saham dengan harga yang tinggi.

Saham gorengan biasanya ditransaksikan dalam jumlah besar namun bid dan offer justru tipis. Hal ini memberikan pengertian bahwa setiap harga akan menjadi antrian. Nam antrian yang ada tidaklah merata bahkan sering hanya 1 lot per harganya.

Jadi saham gorengan adalah salah satu yang harus dihindari. Sehingga tidak akan menimbulkan kerugian saat berinvestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *