cara klaim bpjs kesehatan

Catat dan Kenali Cara Klaim BPJS Kesehatan yang Benar

Banyak orang mengatakan bahwa kesehatan adalah hal yang mahal harganya karena sakit, ada banyak biaya yang perlu dikeluarkan. Diperlukan adanya pengelolaan keuangan yang baik salah satunya menggunakan asuransi seperti BPJS untuk mencegah resiko tersebut. Memahami bagaimana cara klaim BPJS kesehatan menjadi langkah selanjutnya.

BPJS sendiri merupakan salah satu jenis asuransi kesehatan yang penyelenggaraannya dilaksanakan secara langsung oleh pemerintah. Ada banyak kemudahan yang bisa didapat seperti dari segi keamanan, hingga pengobatan yang nantinya tergolong lebih terjangkau.

Klaim BPJS untuk Pasien Umum

Ternyata ada prosedur berbeda dalam klaim BPJS sesuai dengan keluhan yang diderita serta tingkat keparahannya. Mulai dari rawat jalan hingga rawat inap semuanya bisa dibantu oleh BPJS. Berikut ini langkahnya:

1. Mengunjungi Faskes Setempat

Langkah pertama yang perlu dilakukan tentu saja mengunjungi faskes yang ada di sekitar wilayah tempat tinggal. BPJS mengharuskan pasien untuk mendatangi faskes tingkat 1 terlebih dahulu supaya nantinya bisa ditentukan apakah perlu penanganan lanjutan atau tidak.

Hal ini tetapi tidak perlu dilakukan ketika terjadi kondisi darurat pada pasien seperti tidak sadarkan diri misalnya. Ada juga kondisi khusus dimana pasien perlu penanganan cepat sehingga boleh langsung dilarikan ke rumah sakit. Rumah sakit akan membantu dan memberi tahu cara klaim BPJS kesehatan sendiri untuk masalah ini.

2. Minta Surat Rujukan

Di puskesmas ketika keluhan yang dialami oleh pasien tidak bisa diatasi maka akan dirujuk ke rumah sakit lebih besar. Rumah sakit tentu saja bisa memberikan pelayanan yang lebih lengkap dengan dokter-dokter spesialis yang lebih kompeten.

Saat diminta untuk ke rumah sakit, selalu ingat untuk meminta surat rujukan dari puskesmas yang dikunjungi. Hal ini supaya ada dokumen resmi sebagai pengantar untuk rumah sakit nantinya memverifikasi dan menerima klaim asuransi BPJS. Jika tidak membawa, maka nantinya tidak akan diterima karena surat rujukan ini menjadi syarat dokumen wajib.

3. Persiapkan Dokumen Tambahan

Saat melakukan pemeriksaan di puskesmas atau rumah sakit, ada beberapa dokumen yang akan diminta nantinya. Seseorang harus menunjukkan kartu BPJS sebagai bukti bahwa orang tersebut benar-benar menjadi nasabah resmi dari asuransi ini.

Selain itu pasien juga akan diminta untuk menunjukkan KTP untuk keperluan validasi lanjutan dari pasien. Untuk rawat inap di rumah sakit biasanya akan dimintai pula dokumen fotocopy dari dua dokumen tersebut serta KK.

Klaim Kacamata

Orang sering memakai BPJS untuk mengklaim biaya bantuan untuk kacamata ketika dirasa ada yang mengganggu dari penglihatan. Langkah pertama untuk klaim masih saja pasien harus mengunjungi faskes tingkat 1 untuk meminta rujukan periksa di poli mata. Setelah itu, pergi ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan prosedur pemeriksaan mata.

BPJS hanya akan mengcover biaya kacamata ketika pasien memiliki ukuran lensa speris paling rendah 0,5 dioptri atau silinder minimal 0,25. Saat memenuhi ketentuan tersebut, dokter akan memberi rekomendasi lanjutan untuk pengambilan kacamata yang dilakukan di optik partner.

Di bagian loket, akan diberikan resep pengambilan kacamata yang nantinya sudah ditandatangani dan hanya perlu ditebus. Pergilah ke optik yang direkomendasikan oleh pihak rumah sakit untuk pengambilan kacamata, bawa juga KTP serta kartu BPJS.

BPJS kesehatan berhasil menyediakan akses kesehatan yang lebih mudah untuk seluruh rakyat melalui prosedur yang tergolong mudah.  Tidak ada yang rumit dalam cara klaim BPJS kesehatan di atas, hanya perlu sedikit kesabaran mengingat adanya validasi yang cukup panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *